Senin, 05 Desember 2016

3 Camilan Sehat Yang Bisa Banget Kamu Coba Di Kos

Wah mentang-mentang anak kos makannya itu-itu aja. Udah enggak variatif, kadang gak sehat. Kamu sering makan gorengan. Ada baiknya ganti menu harianmu dengan camilan berikut. Buat sendiri lebih asyik. Gampang lho buatnya.

1.  Garlic Bread: Camilan yang gurih dan sehat

Minggu, 20 November 2016

Tahija Foundation dan Eliminate Dengue Project (EDP) Jogja (Part 3)

(Tukang Ngemeals at EDP Project Invitation). Dalam Annnual Report 2014, Tahija Foundation melaporkan bahwa pada tahun 2013 mereka berhasil menyiapkan landasan operasional untuk pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia di Yogyakarta. Pada Januari 2014, pelepasan perdana nyamuk dilakukan di Desa Kronggahan dan Nogotirto, Kabupaten Sleman. Tantangan yang dihadapi tim EDP Jogja kala itu adalah bagaimana mensosialisaikan kegiatan ini kepada masyarakat. Tantangan yang lain adalah letusan Gunung Kelud pada Bulan Februai 2014, tetapi hal ini tidak menyebabkan gangguan signiikan pada proses kegiatan pelepasan nyamuk. Pada Desember 2014, tim EDP Jogja melakukan kegiatan serupa di dua wilayah yang ada di Kabupaten Bantul.

Jumat, 11 November 2016

Perjalanan Panjang Si Wolbachia dan Kisah Sang Profesor (Part 2)

A lot of science involves failure, but there are also the brilliant successes, successes that can lead to new inventions, new tools, new drugs — things that can change the world (Anonim)
(Tukang Ngemeals at EDP Project Invitation). Terkadang kisah sukses seseorang lahir dari sebuah gagasan sederhana. Sebuah inovasi yang menghadirkan solusi. Juga perjalanan panjang yang melelahkan. Demikian pula yang dialami Profesor Scott O'Neill ketika mengupayakan penemuannya di bidang ilmu biologi. Sebuah terobosan di bidang sains yang menghadirkan solusi mengatasi virus dengue. 

Sang profesor kala itu tertarik pada bakteri Wolbachia pipiens. Bakteri ini pertama kali ditemukan di dalam tubuh nyamuk Culex pipiens pada tahun 1920. Bakteri Wolbachia terdapat di hampir 60% hingga 70% serangga seperti ngengat, lalat buah, capung, kumbang, dan nyamuk, tetapi tidak pada nyamuk jenis aedes aegypti yang merupakan inang virus dengue.